


Siapa tak kenal kota Bandung yang juga akrap dikenal Kota Kembang. Dibalik keindahan dan kerapian yang sudah menjadi gambaran setiap orang yang menyebut namanya, (karena memang tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan) ternyata masih menyisakan derita yang mengenaskan. Di sebuah kampung tepatnya Desa Cieunteung, Kecamatan Baleendah Bandung Selatan yang lokasinya berada di pinggir sungai Citarum, salah satu korban penderitaan itu bernama Ibu Yayah, 30 tahun. Ibu yang telah memiliki 2 putra ini telah mengungsi untuk yang terakhir sejak tanggal 31 Januari 2010 yang lalu dikarenakan rumahnya terendam banjir yang berasal dari sugai Citarum. Yang lebih memprihatinkan lagi, banjir di tempat ini sudah menjadi langganan sejak 5 tahun terkhir. Untuk musim penghujan kali ini saja banjir telah terjadi sejak akhir bulan November 2009. Meskipun pasang surut, namun rata –rata ketinggian air mencapai 2 sampai 3 M saat pasang/naik. Yang sangat disayangkan lagi oleh masyarakat di tempat ini, meskipun bisa dipastikan banjir tidak bisa dihindari tiap musim penghujan tiba namun sampai saat ini belum terlihat ada upaya dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi atau menangani hal itu. Ini hanya salah satu dari korban penderitaan itu, masih banyak ibu Yayah yang lain yang memerlukan batuan & uluran tangan kita semua.
Alhamdulillah berkat kepercayaan masyarakat kepada BaitulMal FKAM dengan berperan aktif menjadi donatur maka pada tanggal 11 Februari 2010 yang lalu BaitulMal FKAM pusat bersama Team Hilal Ahmar Solo berkesempatan melakukan bakti sosial ke kota kembang Bandung, khususnya lokasi terjadinya banjir tersebut diatas. Kegiatan itu diisi dengan pengobatan gratis, pemberian sembako & pakaian kepada pengungsi korban banjir di bandung. Belum seberapa memang, apa yang dapat kami lakukan tersebut, karena masih banyak lagi keperluan yang mereka butuhkan saat ini. Untuk itu kami mohon do’a restu agar dapat berbuat lebih banyak lagi untuk mereka.( YUFA)

Seep..semoga menjadi amal sholeh..
ReplyDeleteTerimakih do'anya..Amin
ReplyDelete